Pendidikan adalah salah satu hal yang paling penting dalam hidup ini, selain membentuk kepribadian seseorang, pendidikan juga dapat membentuk kepribadian dan kecerdasan sebuah bangsa. Biasanya di Negara maju, pendidikan adalah sebuah kewajiban yang harus dipenuhi oleh warga negaranya dan pemerintah memberikan anggaran dana yang cukup besar untuk ini, kita dapat melihat Negara skandinavia yang kaya dan selalu memberikan belanja social yang cukup besar pula untuk masyarakatnya, dan Negara – Negara di eropa yang juga memberikan jaminan terhadap pendidikan dan kesehatan untuk warga negaranya mulai usia 0-18th. Mungkin terlalu jauh bila kita melihat Negara maju, cobalah kita tengok Negara tetangga kita seperti Malaysia, Thailand, Fhilipina dan Vietnam yang sudah berada di atas kita.
Berdasarkan hasil penelitian Human Development Index (HDI) kita berada di peringkat 108 pada tahun 1998, peringkat 109 pada tahun 1999, peringkat 112 pada tahun 2003, dan pada tahun 2005 Indonesia berada di peringkat 110 dari 174 negara, dengan indeks 0.697. Posisi ini cukup jauh dibandingkan negara-negara tetangga kita seperti Malaysia (urutan 61/0.796), Thailand (urutan 73/0.778), Filipina (urutan 84/0.758) dan Vietnam (urutan 108/0.704).
Rendahnya mutu pendidikan pada setiap jenis, jenjang, jalur dan satuan pendidikan. Bahkan kalau dicermati kondisi pendidikan di negeri ini dari hari ke hari semakin menurun.. Laporan Bank Dunia menyebutkan ketrampilan membaca siswa kelas 4 SD Indonesia paling rendah di Asia Timur. Prestasi siswa SLTP dalam mata pelajaran IPA menempati peringkat 32 dan matematika urutan ke-34 dari 38 negara. Kondisi kualitas pendidikan di negeri ini dari hari ke hari juga semakin menurun.
Beberapa pernyataan, data dan fakta di atas mungkin telah membuka mata kita bahwa pendidikan di negeri ini masih jauh dari kata memuaskan meski sekarang sudah banyak siswa – siswi di Indonesia meraih medali emas di ajang internasional.
Kondisi pendidikan di Indonesia saat ini memang memprihatinkan, karena kurangnya keberpihakan pemerintah terhadap orang-orang miskin dalam bidang pendidikan. Mahalnya biaya sekolah mengakibatkan akses masyarakat untuk memperoleh pendidikan yang layak menjadi terhambat. Banyak anak yang tidak mampu mengakses pendidikan karena orang tua tidak dapat membiayai pendidikan anaknya. Hasil studi yang dilakukan oleh Abbas Ghazali dkk dari Balitbang Depdiknas pada tahun 2004, menunjukkan biaya sekolah yang harus ditanggung oleh orang tua sangat bervariasi. Biaya yang harus ditanggung orang tua di SD negeri mencapai Rp 5,97 juta dan di SD swasta Rp 7,51 juta per anak per tahun. Untuk SMP negeri Rp 7,53 juta dan SMP swasta Rp 7,86 juta.
Biaya jutaan tersebut, tentunya memberatkan bagi masyarakat miskin. Tingginya biaya tingkat pendidikan mengakibatkan munculnya ratusan ribu anak putus sekolah setiap tahunnya. Hingga tahun 2002, tercatat 17.079.220 dari 220 juta lebih penduduk Indonesia atau sebanyak 7,76 persen yang tidak dapat baca tulis. Tahun 2003/2004, sebanyak 702.066 siswa terputus
Jangankan tingkat SD dan SMP, tingkat TK pun biaya masuknya juga mencapai jutaan rupiah mulai dari Rp. 1 juta hingga Rp. 2 Juta bahkan lebih tinggi lagi. Maka tak heran bila saat ini banyak orang tua yang resah dan tidak terlalu bahagia meski Anak – anaknya masuk di Sekolah – sekolah favorit, karena anggapan mereka bahwa sekolah favorit itu identik dengan biaya yang cukup tinggi, mulai dari SMP hingga Perguruan Tinggi yang mengatasnamakan Sekolah Negeri dan PTN biayanya tidak jauh berbeda dengan sekolah swasta maka tak heran bila banyak siswa putus sekolah terutama dari kalangan orang – orang miskin. Banyak orang tua murid yang bingung harus bagaimana untuk dapat menyekolahkan anaknya, hinga mereka rela menjual dan menggadaikan barang – barang berharga mereka agar anak – anaknya dapat mengenyam bangku pendidikan yang layak . Di Jakarta, Surabaya, Bandung, Jogja, dan kota – kota besar lainnya di Indonesia hampir mempunyai hal yang sama mengenai pendidikan yaitu “MAHAL” terutama di sekolah – sekolah favorit yang ada di kota – kota tersebut..
Bagaimana dengan saudara – saudara kita yang kurang mampu?! Apa yang akan mereka jual jika mereka tidak mampu membayar biaya masuk dan spp yang cukup tinggi, mereka hanya bisa membayar biaya sekolah setelah menunggak beberapa bulan karena penghasilan mereka yang minim dan tidak menentu, tentunya mereka sangat berharap anaknya bisa dapat sekolah dan meraih cita – citanya tapi apa daya kemampuan tak punya.
Selama ini kebijakan yang dikeluarkan pemerintah seperti BOS(Bantuan Operasional Sekolah), BKM (Bantuan Khusus Mahasiswa), dll. Hanya bersifat seperti obat penenang yang bersifat sementara dan masih belum terbukti ampuh untuk membantu orang – orang yang kurang mampu untuk memperoleh pendidikan. Seharusnya pemerintah lebih memikirkan kebijakan yang bersifat jangka panjang bukannya Bantuan atau kebijakan yang bersifat jangka pendek.
Mengapa pendidikan di negeri ini bisa se- Komersil atau se- Mahal ini?! Tentunya banyak sekali pendapat yang muncul jika kita mengeluarkan pertanyaan ini, menurut pandangan dan analisis saya sebagai mahasiswa, ada beberapa hal mengapa pendidikan di negeri ini cukup mahal, antara lain :
1. Kecilnya Anggaran untuk pendidikan misalnya pada tahun 2003 anggaran sektor pendidikan sekitar Rp 14 trilyun atau 4,9% dari nilai APBN yang jumlahnya sekitar Rp 280 trilyun, sedangkan anggaran untuk pertahanan dan keamanan 7,5% atau sekitar Rp 25 trilyun.
2. Sehingga banyak Sekolah dan Perguruan Tinggi yang menaikkan biaya pendidikan dan lain – lain karena sedikitnya anggaran dari Pemerintah
3. APBN lebih difokuskan kepada membayar hutang Negara daripada untuk memenuhi kebutuhan rakyat.
4. Pendidikan berorientasi pada pasar dan harus mampu menyediakan kebutuhan industrial atau pasar
5. Liberalisasi terhadap Lembaga Pendidikan salah satunya adalah dengan BHMN yang ada di Perguruan Tinggi Negeri yang favorit seperti UGM, UI, ITB, UNAIR, ITS, dll
6. Kurang meratanya sarana dan prasarana sekolah negeri mulai tingkat SD hingga SMA, sehingga memunculkan imej sekolah favorit karena fasilitas yang lengkap dan letak yang strategis.
Tentunya masih banyak hal lain mengenai mahalnya pendidikan di Indonesia selain apa yang saya tuliskan di atas. Bila kita telah menyatakan penyebabnya, kiranya apa solusi yang bisa kita berikan akibat dari hal tersebut dan Bagaimana caranya agar pendidikan di negeri ini bisa terjangkau dan berkualitas ?! Tentunya bukanlah suatu hal yang sangat mudah baik bagi kita maupun pemerintah untuk menyulap dunia pendidikan di negeri ini menjadi lebih kompeten dan terjangkau biayanya. Mungkin solusi yang paling tepat untuk mengatasi permasalahan ini adalah :
1. Memperbesar alokasi anggaran lewat APBN/APBD.
2. Pemerataan sarana dan prasarana sekolah
3. Membuat standar baru tentang kualitas pendidikan yang tidak saja menyentuh kemampuan dan kreativitas siswa melainkan juga biaya sekolah
4. Melakukan perencanaan yang lebih komprehensif, sosialisasi konsep dan kebijakan pendidikan yang diambil dan meningkatkan monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan
5. Adanya jaminan memperoleh pendidikan wajib yang murah dan berkualitas seperti wajib belajar 12th
6. Menarik pajak pendidikan melalui perusahaan-perusahaan besar.
7. Peran media massa untuk memberikan liputan yang tajam mengenai komitmen sejumlah kalangan untuk pendidikan
8. Bila perlu pendidikan gratis dan buku gratis untuk pelajar, terutama yang kurang mampu.
Sudah harga mati bagi negeri ini untuk terus maju dalam era global dan pendidikan adalah salah satu cara agar bangsa ini bisa bersaing di era global ini dan kita bisa menjadi bangsa yang mandiri dan produktif yang tidak selalu menunggu bantuan hutang luar negeri dan terus menerus hidup dalam ketergantungan bantuan dan kemurahan hati negeri lain.
Jika pendidikan terus menerus semakin mahal dan tingkat kesejahteraan hidup rakyat tidak terjamin, otomatis akan semakin banyak orang tua murid yang tidak dapat menyekolahkan anaknya dan mungkin juga akan semakin banyak barang – barang berharga yang mereka jual dan berhutang pada kerabat maupun saudara demi anaknya.
Semoga kita semua sadar betapa pentingnya pendidikan bagi negeri ini, karena pendidikan juga dapat membentuk pola pikir masayarakat yang maju dan cerdas. Dan saya harap Pemerintah juga lebih mengupayakan pendidikan yang benar – benar terjangkau dan berkualitas bagi rakyat indonesia.
